Pengenalan Lingkungan Sekolah, SMK Amaliah 1 Ciawi Penyampaian Pendidikan Karakter

BOGOR – Memasuki tahun ajaran baru 2022-2023, semua jenjang pendidikan dari TK, SD, SMP, SMA/K di kabupaten Bogor melaksanakan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS), begitu pula di SMK Amaliah 1&2 Ciawi.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatan PLS tahun ini sudah dilaksanakan secara offline dan tidak lagi diperkenankan peserta didik dibebani dengan tugas teka-teki untuk membawa barang yang “aneh” karena PLS bukan kegiatan perpeloncoan.

“Sesuai dengan pedoman teknis pelaksanaan PLS Tahun 2022-2023, kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) ini bukan lagi tempat kakak kelas memelonco peserta didik baru, tapi kegiatan PLS lebih bertujuan memberikan pendidikan karakter.” ujar Panitia PLS SMK Amaliah 1&2 Ciawi, Muhamad Romdhoni (28/07/2022).

Diterangkannya, kegiatan PLS dilakukan selama lima hari, sejak 18 Juli – 22 Juli 2022. Kegiatan ini dibuka secara simbolis dengan upacara pembukaan resmi hari senin yang diikuti seluruh jenjang Pendidikan di Perguruan Amaliah (Yayasan PSPIAI).

Selama pelaksanaan PLS, peserta didik baru dibekali dengan materi-materi yang bermanfaat dan dapat memberikan motivasi untuk mereka. “Dampak dari kegiatan Pembelajaran online selama 2 tahun akibat pandemi covid-19 membuat sekolah harus berjuang lebih untuk kembali membentuk karakter peserta didik. Melalui pendidikan karakter yang kami sampaikan pada kegiatan PLS kali ini, kami berharap kegiatan dapat membangun budaya khidmat pada orang tua dan guru, agar peserta didik memiliki etika dan budaya komunikasi yang baik kepada orang yang lebih tua atau teman sebayanya.” lanjut M. Romdhoni.

Pada pengenalan lingkungan sekolah (PLS) tahun ini, SMK Amaliah 1 Ciawi mengundang para motivator untuk menjadi pengisi acara kegiatan PLS, seperti Motivator Heppy Candra, Ustadz Hilman Fauzi, Perwakilan Polres Kabupaten Bogor, Puskesmas Ciawi, Kepala Sekolah dan pengisi acara lainnya. Adapun materi yang disampaikan yaitu mengenai membangun manusia unggul jawa barat, pendidikan anti korupsi, sekolah ramah anak, budaya literasi, bahaya pergaulan bebas, dan juga sekolah sehat serta budaya hidup sehat.

Tutur M. Romdhoni, kegiatan PLS merupakan sarana untuk memperkenalkan tata belajar peserta didik, memperkenalkan lingkungan sekolah termasuk sarana prasarana, membentuk karakter peserta didik, wawasan mengenai manusia unggul, wawasan kebangsaan dan memperkenalkan kegiatan ekstrakurikuler seperti kepramukaan, seni, dan lain-lain.

Disinggung mengenai jumlah peserta didik baru, kegiatan PLS ini diikuti oleh 420 peserta didik baru dengan jumlah 16 rombel yang diterima melalui berbagai jalur, seperti jalur regular, jalur beasiswa akademik & non-akademik, dan jalur tahfidz. “Setelah ini, peserta didik akan melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka 100% dengan menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.” pungkasnya.