PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal. Tanggal tersebut pun ditetapkan sebagai hari Maulid Nabi. Namun, bagaimana sejarah Maulid Nabi?

Rasulullah sendiri lahir di kota Mekkah saat tahun Gajah dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Siti Aminah binti Wahab. Namun, sang ayah meninggal dunia sebelum Nabi Muhammad lahir dan ibunya menghembuskan napas terakhir saat Nabi berusia 6 tahun. Nabi Muhamad tidak bisa merasakan kasih sayang ibunya, Nabi Muhamad menginjak usia 20 tahun yang bertepatan peristiwa Harbul Fijar antara kabilar Qurais dan Aylan.

(Sumber : Putri Yasmin)

Baru – baru ini SMK Amaliah 1&2 melaksanakan kegiatan peringatan maulid NABI MUHAMAD SAW. Bertempat di Gedung Aula C SMK Amaliah 1&2 Yang di hadiri oleh Kepala sekolah SMK Amaliah 1&2, Bapak/Ibu Wakasek, Staff SMK Amaliah 1&2,  anggota OSIS & MPK, dan sebagian siswa – siswi SMK Amaliah 1&2.

Mengingat sedang di masa pandemi  Covid-19 kegiatan ini juga diadakan secara daring yang diikuti oleh sebagian siswa – siswi SMK Amaliah 1&2, yang disiarkan melalui Zoom Meeting, Youtube, dan Instagram.

Bersama dengan Ustad Jaka Umbaran sebagai pengisi materi kegiatan ini mengangkat tema tentang MENCINTAI RASULULLAH SAW.

Dalam ceramahnya, Ustad Jaka Umbaran menyampaikan bahwa Rasulullah adalah manusia yang paling sempurna,luar biasa Rasulullah diutus kedunia ini untuk menyempurnakan ahklak untuk dicontoh oleh para umatnya, Rasulullah juga sama dengan kita kita tidur rosul pin tidur, kita makan Rasul pun makan, tidur Rosul pun berbeda dengan kita karena Rosul tidur tetapi hatinya tidak tidur dan keringat Rasulullah harum luarbiasa, padahal pada zaman Rasul belum ada minyak wangi.

Ust. Amirudin Muslim. S.Pd., MM mengatakan bahwa, segala pesan yang disampaikan pada acara peringatan maulid itu harus dilaksanakan oleh semua umatnya dalam kehidupan sehari-hari supaya tidak menjadi tradisi saja.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *